Marbot merupakan sebuah sebutan kepada seseorang yang
bertanggung jawab mengurus segala kebutuhan masjid ataupun mushola. Biasanya
seorang marbot lebih khusus bertugas sebagai penjaga kebersihannya. Kebanyakan
di daerah kita saat ini, sorang marbot masjid/musholla sering kali dianggap
sepele dan kurang dihargai. Padahal indah dan nyamannya sebuah masjid/musholla
merupakan hasil kerja dari marbot tersebut. Ketika ditunjuk untuk menjadi
seorang marbot, kebanyakan mereka enggan dengan berbagai alasan. Maka tidak
heran jika hari ini orang-orang tua lah yang menjadi marbot. Sesungguhnya seorang
marbot merupakan pekerjaan yang mulia dihadapan Allah SWT.
Ada beberapa keutamaan yang bisa didapat oleh seorang Marbot.
Seorang marbot berpeluang lebih besar untuk mendapatkan pahala-pahala yang
mungkin sulit untuk di dapatkan orang lain:
1. Pahala Membersihkan Masjid/Mushola
Salah
satu tugas seorang marbot adalah membersihkan masjid/musholla. Mungkin memang
sepele pekerjaan tersebut dimata manusia. Tapi, pekerjaan tersebut sangat
dimuliakan oleh Nabi ﷺ dan diterangkan dalam sabdanya:
مَنْ أَخْرَجَ أَذَی مِنَ الْمَسْجِدِ بَنَ اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّۃِ
“Barang siapa yang mengeluarkan
kotoran dari dalam masjid, maka Allah
akan membuatkan rumah baginya di surga”. (H.R. Ibnu Majah No. 749, Dha’if).
Dalam
keterangan lain juga dijeaskan oleh Imam Al-Munawi Rahimahullah:
نجس أو طا هر كدم وزرق طير ومخاط وبصاق وتراب وحجر وقما مۃ ونحوها من كل ما يقذره (بنی الله له بيتا في الجنۃ) وفي بعض الر وايات إن ذلك مهور الحور العين
“Yaitu membersihkan masjid dari
najis, atau darah, tahi burung, ingus, ludah, tanah, batu, sampah, dan
semisalnya yang mengotori masjid (maka Allah akan membangunkan baginya rumah di
surga) dalam riwayat lain, itu sebagai mahar bidadari di surga. (Faidhul Qadir,
6/43)
2. Pahala Mengumandangkan Adzan
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِی النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلْ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَ سْتَهَمُوْا
"Seandainya orang-orang
mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka
tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya,
niscaya mereka akan melakukan undian".
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُلَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ
"Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya, memohonkan ampunan untuknya". (H.R Ahmad)
Dua
hadist diatas adalah sebagian dari keutamaan pahala yang di dapat oleh seorang
muadzin. Dan untuk keutamaan muadzin lainnya sudah kita jelaskan pada artikel
sebelumnya.
3. Pahala di Shaf Awal
Banyak
orang yang belum mengira bahwa shaf pertama/awal memiliki nilai pahala yang
begitu besar. Hal inilah yang terkadang membuat orang untuk berangkat ke
masjid/musholla setelah iqomah dikumandangkan. Sabda Nabi ﷺ menjelaskan:
"إن الله وملاىٔكته يصلون علی الصف
المقدم, والمؤذن يغفر له مدى صوته ويصدقه من سمعه من رطب نيابي وله" مثل أجر من صلى معه
"Sesungguhnya Allah dan para
malaikatNya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan
diampuni dosanya sepanjang raduis suaranya dan dia akan dibenarkan oleh segala
sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia
akan mendapatkan pahala orang-orang yang sholat bersamanya". (H.R. Ahmad dan
Nasa’i dengan sanad yang jayyid)
Pahala ini insya Allah di dapatkan oleh seorang marbot selama ia tidak keluar
untuk mengurus keperluan lain.
4. Memperoleh Waktu yang Mustajab ntuk Berdoa
Salah satu waktu yang
sangat mustajab untuk berdoa adalah waktu diantara adzan dan iqomah. Nabi ﷺ bersabda:
الذُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنُ اْلاَذَانِ واْلإِقَامَۃِ
“Doa tidak ditolak antara Adzan dan
Iqomah”. (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Nah itu tadi
beberapa keutamaan pahala yang bisa diraih oleh seorang Marbot.
Semoga
bermanfaat..
جَزَا كُمُ اللّٰهُ خَيْرًا
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِاالصَّوَابِ
Share This :


comment 0 komentar
more_vert