Guru memiliki tugas yang beragam
yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang
profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai
profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan
dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan
dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti
mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah
memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati
dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru
hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru
berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Guru adalah posisi yang strategis bagi
pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh
unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya
keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya
kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia
yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju
dinamika kehidupan sangat bergantung dari "citra" guru di
tengah-tengah masyarakat.
Tugas guru
sebenarnya bukan hanya disekolah saja, tetapi bisa dikatakan dimana saja mereka
berada.Di rumah, guru sebagai orang tua atau ayah-ibu adalah pendidik dari para
putra dan putrinya. Di dalam masyarakat sekitar yaitu masyarakat kampong, desa
tempat tinggalnya guru sering kali terpandang sebagai tokoh suri teladan bagi
orang-orang disekitarnya, baik dalam sikap dan perbuatannya misalnya cara dia
berpakaian, berbicara dan bergaul, maupun pandangan-pandangannya.
Peters dan
Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi enam kategori, yakni:
1.
Guru bertugas dalam
Pengajaran
Tanggung jawab guru yang terpenting ialah memberikan pengajaran kepada siswa guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing siswa agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap serasi.
Tanggung jawab guru yang terpenting ialah memberikan pengajaran kepada siswa guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing siswa agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap serasi.
- Guru bertanggung
jawab dalam memberikan bimbingan.
Guru memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik, sebab tidak hanya berkenaan dengan penyampaian ilmu pengetahuan tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa.
- Guru perlu
menghormati pribadi anak,
Hal ini dilakukan agar seorang anak dapat menjadi pribadi yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan, sikap, dan apresiasinya harus dikembanggkan, hingga pada waktunya mereka menjadi nabusia yang mengerti akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang berdiri sendiri. Karena itu guru harus memahami benar tentang masalh bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil dalam memberikan penyuluhan dengan tepat
- Guru bertanggung
jawab dalam mengembangkan kurikulum.
Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk mengubah kurikulum itu bukan tidak mungkin, akan tetapi dalam rangka mambuat atau memperbaiki proyek-proyek pelaksanaan kurikulum, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Paling tidak dia berkewajiban memberi saran-saran yang berguna demi penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang. Dalam hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan siswa, berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari.
- Tanggung jawab dalam
mengembangkan profesional guru.
Guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengembang dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas di dalam sekolah dan kemampuannya yang diperlukan untuk merealisasikan tanggung jawabnya di luar sekolah. Kemampuan-kemampuan itu harus dipupuk dalam diri pribadi guru sejak ia mengikuti pendidikan guru sampai ia bekerja.
- Tanggung jawab dalam
membina hubungan dengan masyarakat.
Guru tak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif, jika seorang guru tidak mengenal masyarakat seutuhnya dan secara lengkap. Harus dipahami dengan baik tentang pola kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan masyarakat, karena perkembangan sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat sekitarnya. Ini berarti, bahwa dengan mengenal masyarakat, guru dapat mengenal siswa dengan menyesuaikan pelajarannya secara aktif.
2.2 Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar
2.2.1
Peran
Guru dalam Proses Belajar Menajar Secara Umum
Selain tugas, seorang guru juga memiliki
peran yang sangat penting dalam memajukan sebuah lembaga pendidikan.Yaitu :
-
Sebagai Informator.
Sebagi pelaksana cara mengajar
informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik
maupun umum. Dalam pada itu berlaku teori komunikasi berikut:
Ø Teori stimulus-respon
Ø Teori pendekatan fungsional
-
Sebagai Organisator
Guru sebagai organisator, pengelola kegiatan akademik,
silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain-lain. Komponen yang berkaitan
dengan kegiatan belajar mengajar, semua diorganisasikan sedemikian rupa,
sehingga dapat mencapai efektifitas dan efesiensi dalam belajar pada diri siswa.
-
Sebagai Motivator
Peran guru sebagai motivator ini
penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan
belajar siswa. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta
reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya
(aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika dalam
proses belajar mengajar.
-
Sebagai Pengarah/Direktur
Jiwa kepemimpinan bagi guru dalam
peranan ini lebih menonjol. Guru dalam hal ini harus membimbing dan mengarahkan
kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan, guru harus
juga “handayani”.
-
Sebagai Inisiator
Guru dalam hal ini sebagi pensetus
ide-ide dalam proses balajar. Sudah barang tentu ide-ide itu merupakan ide-ide
kreatif yang dapat dicontoh oleh anak didiknya.Jadi termasuk pula dalam lingkup
semboyan “ing ngarso sungtulodo”.
-
Sebagai Transmitter
Dalam kegiatan belajar guru juga akan
bertindak selaku penyabar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
-
Sebagai Fasilitator
Berperan sebagai fasilitator,
guru mamberikan fasilitas atau kemudahan dalam
proses belajar-mengajar, misalnya dengan menciptakan menciptakan suasana
kegiatan belajar yang sedemikian rupa, serasi dengan perkembangan siswa,
sehingga interaksi belajar-mengajar berangsung secara efektif. Hal ini bergayut
dengan semboyan “Tut Wuri Handayani”.
-
Sebagai Mediator
Guru sebagai mediator dapat diartikan
sebagai penengah dalam kefiatan belajar siswa. Misalnya memberikan lajan keluar
kemacetan dalam kegiatan diskusi siswa.Megiator juga diartikan penyedia media.
Bagaimana cara memakai dan mengorganisasikan penggunaan media.
-
Sebagai Evaluator
Evaluasi merupakan proses yang
menentukan kondisi dimana suatu tujuan telah telah tercapai atau belum
tercapai. Evaluasi ini sebaliknya dilakukan secara terencana, sehingga guru
dapat memperoleh informasi yang lengkap terhadap kemampuan siswa dalam suatu
kegiatan kelas. Evaluasi dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa
karakteristik penting, yaitu:
a.
Memiliki implikasi
yang tidak langsung terhadap siswa
b.
Lebih bersifat
tidak lengkap
c.
Memiliki sifat
berarti yang relatif [1]
2.2.2
Peran Guru Secara Khusus(Pribadi)
Dilihat dari dirinya sendiri,
seorang guru harus berperan sebagai berikut :
-
Petugas social, yaitu seorang
yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat.
Dalam kegiatan-kegiatan
masyarakat guru senantiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk
berpartisipasi.
-
Pelajar dan ilmuwan, yaitu
senantiasa terus menerus menuntut ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap
saat guru senantiasa belajar untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan
-
Orang tua, yaitu mewakili orang
tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya. Sekolah merupakan lembaga
pendidikan setelah keluarga, sehingga dalam arti luas sekolah merupakan keluarga,
guru berperan sebagai orang tua bagi siswanya.
-
Pencari teladan, yaitu yang
senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa. Guru menjadi ukuran bagi
norma-norma tingkah laku.
-
Pemberi keamanan, yaitu yang
senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa. Guru menjadi tempat berlindung bagi
siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.[2]
2.2.3 Peran
Guru dalam Pengadministrasian
dalam
hubunganya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan
sebagai berikut.
-
Pelaksana administrasi
pendidikan, disamping menjadi pengajar, guru juga bertanggung jawab akan
kelancaran jalanya pendidikan dan ia harus mampu melaksanakan kegiatankegiatan
administrasi.
-
Penerjemah kepada masyarakat,
artinya seorang guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan
dunia sekitar kepada masyarakat , khususnya masalah-masalah pendidikan.
Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian
kegiatan-kegiatan pendidikan. Hal ini berarti guru turut sera memikirkan
kegiatan-kegiatan pendidikan yang direncanakan serta menilainya.
[1] Prof. H,M Sukardi, MS., Ph.D. evaluasi pendidikan. Hal 3.
[2] Drs. Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Hal 13
Share This :

comment 0 komentar
more_vert