MASIGNCLEAN103

KARAKTER EVALUASI PEMBELAJARAN

            Mendengar  dua kata “proses pembelajaran” mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, khususnya bagi yang berbaur langsung dengan dunia pendidikan baik itu pendidikan formal maupun pendidikan informal. Proses pembelajaran merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam mencapai tujuan. Namun, keberhasilan suatu pembelajaran tidak akan dapat diketahui tanpa adalnya evaluasi atau penilaian. Evaluasi ini memiliki peranan penting dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu pembelajaran. Keberhasilan sebuah pembelajaran tidak lepas dari proses evaluasi yang dijalankan. Namun, dalam melakukan evaluasi atau penilaian dalam pembelajaran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut Zainal Arifin (2011:69) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun sebuah evaluasi pembelajaran. Diantaranya:

Valid
Valid adalah suatu alat ukur yang digunakan betul-betul mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Hal ini penting dalam mengukur tingkat keberhasilan suatu pembelajaran. Apabila suatu alat ukur yang digunakan tidak sesuai dengan konteks pembelajaran, sudah dapat dipastikan hasil evaluasi akan berantakan.

Relevan
Relevan artinya alat ukur yang digunakan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah ditetapkan.

Representative
Representatif artinya materi alat ukur harus betul-betul mewakili dari seluruh materi yang disampaikan. Kita tidak dapat menggunakan alat ukur tetapi alat ukur yang kita gunakan hanya mencakup sebagian kecil dari materi, hal ini akan menimbulkan hasil evaluasi yang tidak relevan. Oleh karena itu hendaknya buatlah alat ukur yang mewakili seluruh konteks pembelajaran.

Praktis
Praktis mempunyai peran penting dalam proses evaluasi. Hal ini dsebabkan alat ukur yang bertele-tele akan menyulitkan kita sendiri dalam melakukan evaluasi. Maka daripada itu hendaknya ketika dalam membuat alat evaluasi gunakanlah metode yang mudah dipahami.

Spesifik
Spesifik juga dapat diartikan sebagai detail. Jadi, alat ukur evaluasi selain praktis tetapi juga harus mendetail atau terperinci. Alat ukur yang rinci memiliki peluang yang lebih besar dalam menghasilkan evaluasi yang relevan.


Share This :
rohman71