بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sudah sangat familiar dengan suara adzan. Bahkan dari sejak kecil kita sudah diajarkan cara mengumandangkan adzan.
Sebenarnya apa itu adzan??
Secara bahasa, adzan merupakan sebuah panggilan, seruan atau pengumuman.
Sedangkan menurut istilah adzan adalah sebuah seruan yang dikumandangkan yang menandakan bahwa waktu sholat telah tiba.
Adzan hanya boleh dikumandangkan oleh seorang laki-laki. Wanita dilarang mengumandangkan adzan, karena adzan merupakan hal Zahir yang wanita dilarang melakukannya.sedangkan orang yang mengumandangkannya disebut muadzin.
Adzan merupakan seruan yang sangat mulia, bahkan Allah dan Rasulullah memberikan kemualian terhadap para pengumandang adzan atau muadzin.
Adapun kemuliaan tersebut sebagai berikut:
1. Muadzin Mendapatkan Pahala yang Besar.
Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِی النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلْ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَ سْتَهَمُوْا
"Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian".
Hadist tersebut menerangkan bahwa Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang yang berada pada shaf pertama dan orang yang mengumandangkan adzan. saking besarnya pahala tersebut jika mereka mengetahui, maka mereka akan berebut untuk mendapatkannya walaupun dengan cara undian sekalipun.
Namun, kenyataannya saat ini kita terkadang enggan untuk mengumandangkan adzan. Jangankan mengumandangkan adzan, untuk datang ke masjid saja kita tunda-tunda hingga iqomah dan tidak sedikit juga tidak merespon sedikitpun dan kebanyakan yang mengumandangkan adzan adalah orang tua yang usianya lanjut.
2. Setiap Makhluk dan Benda yang Mendengar Adzan Akan Menjadi Saksi dan Memintakan Ampunan Kepada Allah untuk Muadzin
Sabda Nabi ﷺ riwayat Abu Ya'la
لَا يَسْمَعُ صَوْتَهُ جِنُّ وَلاْ إِنْسٌ وَلَا حَجَر ٌوَلا شَجَرٌ إِلا شَهِدَلَهُ
"Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka bersaksi untuknya". (H.R Abu Ya'la)
Jadi, di akhirat nanti seorang muadzin akan mendapatkan kesaksian dari semua makhluk atau benda yang mendengar suara adzannya. Hal ini dikarenakan seorang muadzin tersebut telah menyerukan untuk mengajak manusia untuk beribadah menghadap Allah SWT.
Selain itu, muadzin juga akan dimintakan ampunan kepada Allah oleh para makhluk dan benda yang mendengar adzannya tersebut. Seperti sabda Nabi ﷺ berikut.
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُلَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ
"Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya, memohonkan ampunan untuknya". (H.R Ahmad)
3. Muadzin Akan Mendapatkan Pahala Seperti Orang yang Sholat Bersamanya.
Sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i
وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّ مَعَهُ
"Muadzin mendapatkan pahala seperti orang yang sholat bersamanya". (H.R. An-Nasa'i)
Sungguh luar biasa bukan pahala yang didapat oleh seorang muadzin, bayangkan saja ketika dalam sholat berjamaah setiap orang mendapatkan pahala 27derajat dikali jumlah jamaah yang hadir, sungguh Maha Besar Allah.
4. Seorang Muadzin Akan Mudah Dikenali Pada Hari Kiamat.
الْمُؤَذَّنُوْنَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَۃِ
"Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari kiamat". (H.R. Muslim)
Berleher panjang merupakan suatu bentuk kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada para muadzin, sehingga membuat mereka mudah dikenali pada hari seluruh manusia akan dikumpulkan untuk menghadap Allah.
5. Nabi Muhammad ﷺ Mendoakan Para Muadzin.
Salah satu bentuk pemuliaan yang dilakukan Nabi ﷺ untuk para muadzin adalah melalui doanya. Nabi akan memohonkan ampun kepada Allah untuk para muadzin, seperti pada sabda Nabi berikut
فَأَرْشَدَ اللّٰهُ الْأَىِٔمَّۃَ وَ غَفَرَ لِلْمُؤَذِّيْنَ
"Ya Allah, luruskan para imam dan ampunilah para muadzin".
Sungguh bahagia bukan, menjadi salah satu orang yang didoakan Nabi.
6. Muadzin Dibanggakan Oleh Allah Dihadapan Para Malaikat.
يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِی غَنَمٍ فِی رَأْسِ شَظِيَّۃٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِاالصَّلَاۃِ وَيُصَلِّی فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَی عَبْدِی هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيْمُ الصَّلَاۃَ يَخَافُ مِنِّی فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِی وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّۃَ
"Tuhanmu takjub pada seorang penggembala domba dipuncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk sholat lalu dia sholat. Maka Allah SWT berfirman; "Lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan Iqamah untuk shalat, dia takut kepadaku, Aku telah mengampuni hambaku dan memasukannya ke dalam surga". (H.R. Abu Daud dan An-Nasa'i)
7. Allah akan memasukkan seorang muadzin ke dalam surga.
Sebuah hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i menjelaskan bahwa
"Kami pernah bersama Rasulullah, lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan. Ketika selesai, Rasulullah bersabda; barang siapa yang mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga". (H.R. An-Nasa'i)
جَزَا كُمُ اللّٰهُ خَيْرًا
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِاالصَّوَابِ
Semoga bermanfaat..
Share This :


comment 0 komentar
more_vert