MASIGNCLEAN103

ISTIMEWANYA YOGYAKARTA

YOGYAKARTA KEMBALI MEMBUATKU KAGUM

Ini adalah sepenggal kisahku di Yogyakarta, awalnya saya masuk di Yogyakarta pada tanggal 25 April 2018. Saya tinggal di salah satu desa yang ada di kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Yogyakarta memang terkenal dengan sejuta kebudayaannya serta hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan spiritualnya.

Sebelum saya ke Yogyakarta, saya berfikiran bahwa Yogyakarta itu tempatnya segudang hal-hal mistis, dan sesampainya di Yogyakarta, memang hal yang saya fikirkan sebelum benar. Banyak hal hal yang selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal demikian, seperti Pantai Selatan dengan NYI Roro Kidul, Gunung Merapi dll. Bahkan sampai dalam kehidupan sehari-hari mereka juga banyak merujuk dari dari hal-hal demikian.
  Foto: Masjid Kampus UGM

Namun, setelah kurang lebih satu bulan saya di Yogyakarta, saya mulai berfikir bahwa pendapat saya sebelumnya tentang Yogyakarta itu kurang tepat. Menurut saya masyarakat Yogyakarta adalah penganut Islam yang taat. Sering saya jumpai hampir di setiap masjid atau mushalla yang memiliki agenda pengajian rutin. Baik itu kajian mingguan, bulanan, bahkan juga tak sedikit yang memiliki agenda pengajian harian. Mengenai waktu bervariasi, ada yang mengadakan malam ba'da magrib, ba'da isya atau juga siang hari setelah selesai sholat Dzuhur.

Hal yang lebih membuat saya kagum lagi adalah ketika di hari Jumat, masyarakat khususnya para takmir masjid menyambut hari Jum'at adalah hari yang sangat spesial, apalagi terkait dengan ibadah, khususnya masalah sedekah. Di Yogyakarta ketika hari Jum'at saya banyak menjumpai masjid-masjid pasti menyediakan makanan takjil, dan tidak sedikit pula yang bahkan menyediakan makan siang berupa nasi bungkus ataupun dalam bentuk prasmanan. Jadi bagi kalian para pelancong tak perlu khawatir tentang masalah makan siang. Jujur hal ini baru saya alami ketika saya berada di Yogyakarta.

Selain itu, terkait masalah retribusi parkir di area masjid, para pengurus masjid tidak mematokkan biaya parkir yang harus dibayarkan oleh setiap pengunjung, tetapi mereka hanya menaruh kotak infaq di area pintu keluar masjid dan kotak tersebut bertuliskan "infaq parkir seikhlasnya".

Sekali lagi hal ini yang membuat saya takjub terhadap Yogyakarta, maka tidak heran jika ketika kotak infaq parkir dibuka hasilnya terkadang melebihi dari tarif parkir yang ditetapkan.
Mungkin hal ini untuk sebagian orang tulisan "infaq parkir seikhlasnya" biasa dan ga ada yang spesial. Tapi menurut saya satu kalimat itu menimbulkan efek yang sangat luarbiasa. Tidak sedikit orang yang mengurungkan niatnya untuk sholat di masjid karena terlupa membawa uang parkir. Hal ini saya alami sendiri ketika di Aceh dulu dan ternyata juga hal tersebut bukan hanya saya yang mengalaminya. Jadi menurut saya satu kalimat itu memiliki manfaat yang sangat luarbiasa.

Satu lagi ketika Ramadhan tiba, Yogyakarta benar-benar serius dalam menyambut bulan yang satu ini. Ramadhan yang spesial itu saya rasakan di Yogyakarta. Semua masyarakat bahu membahu menyemarakkan bulan yang satu ini. Kajian Qur'an/hadist, qiyamullail, sedekah, hafalan, khataman dan yang lainya terus berputar setiap hari tanpa ada sisa waktu yang sia-sia. Dan yang menurut saya luarbiasa adalah ketika berbuka puasa dan makan saur, kita tidak perlu khawatir (khususnya anak kos/musafir) tentang hal tersebut. Cukup kita mendatangi masjid-masjid terdekat dan masyarakat akan menyambut dengan senang hati serta berbagai menu yang telah disediakan.

Kemudian terkait dengan kajian, para takmir masjid yang ada di Yogyakarta tidak tanggung-tanggung dalam mengundang para mubaligh/penceramah. Selain penceramah lokal, mereka juga tidak jarang mengundang para penceramah nasional maupun internasional, hal itulah yang menambah salah satu penyemangat masyarakat Yogyakarta dalam mengaji.
  Foto: Qori' Muda Ammar TV Masjid Suciati Saliman

Ketika saya mengalami hal demikian, saya berfikir keras, apa yang membuat mereka mampu melakukan hal tersebut walaupun tidak ada bayarannya dan bahkan terkadang harus mengeluarkan uang pribadi.

Ternyata jawabannya satu, mereka SADAR betapa besarnya manfaat SEDEKAH bagi yang meyakininya.
Share This :
rohman71
avatar

Ksimpulan pertma brati jngan menilai dari kesing luar nya saja klw blm mengenali dn masuk kdalam nya untuk mengetaui kebenaran nya kn gan

28 July 2018 at 19:22
avatar

Ibadah yang menurut kita sepele ternyata punya efek yang luar biasa. Hanya kata ikhlas saja mampu menghipnotis manusia. Itu artinya yang terpenting dalam kehidupan ini adalah kesadaran diri dalam beribadah. Tak perlu paksaan dan kita akan memperoleh efek tang luar biasa tanpa kita sadari. Kesimpulan yang dapat saya petik dari kisah ini. Sangat memotivasi gan kisahnya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

28 July 2018 at 20:01
avatar

Kita sllu brfkir...trkdng sulitnya kita tinggal di rantau org, tidak ada yg perduli tntg kita, tpi Allah mmlki rencana lain. Saat kita berjuang dijln Allah mka Allah akan mmbrikn jln untuk kita melalui hal2 yg tak terduga..msh bnyk diluar sana manusia yg berhati mulia yg msh mau perduli trhdp agama dan sesama muslim@...smga Allah mmblas sgla kebaikan mrka walau tdk dirasa di dunia .. Allah akan mmbls@ di akhirat kelak ...aamiin😊😊😊😊😊😍😍

28 July 2018 at 20:17
avatar

Artikelnya bagus om.. singgahnya di www.mshodiq.net

29 July 2018 at 04:40
avatar

Lg belajar menulis opini ya bg??πŸ˜„

31 July 2018 at 16:01