MASIGNCLEAN103

Jangan ASAL Memilih PEMIMPIN


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ketika menjelang pemilihan pemimpin seperti saat ini, baik itu pemimpin daerah ataupun kepala negara, kita sering kali disuguhkan berbagai macam fenomena politik. Setiap calon kandidat atau partai pengusung menggembor-gemborkan keunggulan dan kelebihan masing-masing. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menarik hati masyarakat. Terkadang pula mereka rela melakukan apapun demi terwujudnya tujuan mereka tersebut.

Dan fenomena di masyarakat saat ini, masyarakat sangat mudah untuk menentukan pilihannya. Hanya berbekal perkakas alat rumah tangga ataupun peralatan olahraga, para calon kandidat berhasil menarik simpati masyarakat.

Pada saat sekarang ini, kebanyakan masyarakat sekarang enggan berfikir kedepan bahwa apa dampak positif serta negatif jika seorang calon tersebut terpilih. Padahal sesungguhnya Islam telah mengajarkan bahwa kita sebagai umat muslim harus berhati-hati dalam memilih pemimpim. Jangan sampai pemimpin tersebut malah membuat hidup semakin susah atau kita mengikuti hal-hal yang tidak dibenarkan dalam islam.

Untuk mengantisipasi hal demikian, sebenarnya Islam memberikan beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin. Diantaranya:

1.      Pilihlah Pemimpin MUSLIM
Indonesia merupakan sebuah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka sudah sewajarnya jika setiap pemimpin daerah tersebut beragama Islam. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT yang terkandung dalam surah Al-Ma’idah ayat 51 berikut:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْ الَاتَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَوَالنَّصٰرٰٓی اَوْلِيَآءَ ۘ  بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُبَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَاِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ ﷲَ لَا يَهْدِی الْقَوْمَ الظَّلِمِيْنَ

“Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka itu satu sama lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.


Ayat diatas menjelaskan bahwa kita sebagai seorang muslim sangat dilarang keras untuk memilih seorang pemimpin yang tidak beragama Islam atau kafir. Jika kita memilih pemimpin kafir, maka kita juga termasuk kedalam golongan mereka walaupun sholat dan ibadah kita lainnya kita laksanakan.

Kita diperintahkan untuk tidak memilih pemimpin kafir bukan tanpa sebab, mereka (orang kafir) adalah orang yang menolak kebenaran, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang sesungguhnya dan itu sangat bertentangan dengan ajaran yang kita anut.

2.      Shidiq
Shidiq artinya benar. Setiap pemimpin harus benar dan sejalan antara perkataan atau perbuatanya. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang bersifat kizzib atau dusta. Pemimpin yang membohongi rakyat tak akan masuk ke dalam surga sesuai dengan sabda Nabi  

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْنُزْنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُو لِ اللَّهِ صَلَّی اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَا ۃً مَاحَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ مَا منْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّۃً يَمُو تُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّۃَ

“Abu Ja’la (ma’aqil) bin jasar r.a berkata: saya telah mendengar Rasulullah bersabda: tiada seseorang yang diamanati oleh Allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti Allah mengharamkan baginya surga”. (H.R Bukhari dan Muslim)


3.      Amanah
Amanah adalah orang yang dapat dipercaya. Seorang pemimpin yang ingi mengajukan diri berarti dia siap untuk mengemban amanah dari rakyat dan akan menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Anjuran tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Anfal ayat ke 27

يٰٓاَيُّهَا الَّذِ يْنَ اٰمَنُوا لَا تَخُوْنُوْا اللّٰهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُوْ نُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُونْ

“wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat sedang kamu mengetahui”.


4.      Tabligh
Tabligh berarti menyampaikan. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan segala seuatu kepada rakyatnya baik itu perkara yang benar ataupun perkara yang salah seperti yang dicontohkan Nabi . Dan di akhir nanti setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabanya. “setiap diri adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya di akhirat kelah” (muttafaq ‘alaih)


5.      Fatonah
Fatonah memiliki arti seseorang yang bersifat cerdas. Seorang pemimpin haruslah cerdas, memiliki segudang ilmu serta wawasan yang sangat luas dan pastinya ilmu tersebut didasari oleh ketaqwaannya kepada Allah.


جَزَا كُمُ اللّٰهُ خَيْرًا


وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِاالصَّوَابِ
Share This :
rohman71