بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ketika menjelang pemilihan
pemimpin seperti saat ini, baik itu pemimpin daerah ataupun kepala negara, kita
sering kali disuguhkan berbagai macam fenomena politik. Setiap calon kandidat
atau partai pengusung menggembor-gemborkan keunggulan dan kelebihan
masing-masing. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menarik hati
masyarakat. Terkadang pula mereka rela melakukan apapun demi terwujudnya tujuan
mereka tersebut.
Dan fenomena di
masyarakat saat ini, masyarakat sangat mudah untuk menentukan pilihannya. Hanya
berbekal perkakas alat rumah tangga ataupun peralatan olahraga, para calon
kandidat berhasil menarik simpati masyarakat.
Pada saat sekarang ini,
kebanyakan masyarakat sekarang enggan berfikir kedepan bahwa apa dampak positif
serta negatif jika seorang calon tersebut terpilih. Padahal sesungguhnya Islam
telah mengajarkan bahwa kita sebagai umat muslim harus berhati-hati dalam
memilih pemimpim. Jangan sampai pemimpin tersebut malah membuat hidup semakin
susah atau kita mengikuti hal-hal yang tidak dibenarkan dalam islam.
Untuk mengantisipasi hal
demikian, sebenarnya Islam memberikan beberapa kriteria yang harus dimiliki
seorang pemimpin. Diantaranya:
1. Pilihlah Pemimpin MUSLIM
Indonesia merupakan sebuah negara dengan
jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka sudah sewajarnya jika setiap
pemimpin daerah tersebut beragama Islam. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT
yang terkandung dalam surah Al-Ma’idah ayat 51 berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْ الَاتَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَوَالنَّصٰرٰٓی اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُبَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَاِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ ﷲَ لَا يَهْدِی الْقَوْمَ الظَّلِمِيْنَ
“Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu
menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka itu satu sama
lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu yang menjadikan mereka
pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
Ayat diatas menjelaskan bahwa kita
sebagai seorang muslim sangat dilarang keras untuk memilih seorang pemimpin
yang tidak beragama Islam atau kafir. Jika kita memilih pemimpin kafir, maka
kita juga termasuk kedalam golongan mereka walaupun sholat dan ibadah kita
lainnya kita laksanakan.
Kita diperintahkan untuk tidak memilih
pemimpin kafir bukan tanpa sebab, mereka (orang kafir) adalah orang yang
menolak kebenaran, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang sesungguhnya dan
itu sangat bertentangan dengan ajaran yang kita anut.
2. Shidiq
Shidiq artinya benar. Setiap pemimpin
harus benar dan sejalan antara perkataan atau perbuatanya. Jangan sampai kita
memilih pemimpin yang bersifat kizzib atau dusta. Pemimpin yang membohongi
rakyat tak akan masuk ke dalam surga sesuai dengan sabda Nabi ﷺ
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْنُزْنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُو لِ اللَّهِ صَلَّی اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَا ۃً مَاحَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ مَا منْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّۃً يَمُو تُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّۃَ
“Abu Ja’la (ma’aqil) bin jasar r.a
berkata: saya telah mendengar Rasulullah bersabda: tiada seseorang yang diamanati
oleh Allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu rakyatnya,
melainkan pasti Allah mengharamkan baginya surga”. (H.R Bukhari dan Muslim)
3. Amanah
Amanah adalah orang yang dapat
dipercaya. Seorang pemimpin yang ingi mengajukan diri berarti dia siap untuk
mengemban amanah dari rakyat dan akan menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Anjuran
tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Anfal ayat ke 27
يٰٓاَيُّهَا الَّذِ يْنَ اٰمَنُوا لَا تَخُوْنُوْا اللّٰهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُوْ نُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُونْ
“wahai orang-orang yang beriman! Janganlah
kamu menghianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat
sedang kamu mengetahui”.
4. Tabligh
Tabligh berarti menyampaikan. Seorang pemimpin
harus mampu menyampaikan segala seuatu kepada rakyatnya baik itu perkara yang
benar ataupun perkara yang salah seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ. Dan di akhir
nanti setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabanya. “setiap diri adalah
pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya di
akhirat kelah” (muttafaq ‘alaih)
5. Fatonah
Fatonah memiliki arti seseorang yang bersifat
cerdas. Seorang pemimpin haruslah cerdas, memiliki segudang ilmu serta wawasan
yang sangat luas dan pastinya ilmu tersebut didasari oleh ketaqwaannya kepada
Allah.
جَزَا كُمُ اللّٰهُ خَيْرًا
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِاالصَّوَابِ
Share This :

comment 0 komentar
more_vert